KARYAcelebes.com// MAKASSAR, Jum’at 03/07/2026 – Belakangan ini anjuran untuk mengurangi berat badan semakin sering kita baca . Kalau kita mengamati anak – anak dan remaja yang kita lihat di Mal ‐ mal saat kita mengisi hari libur , kita dapat merasakan bahwa semakin lama semakin seragam : gemuk . Seperti kita ketahui , kegemukan berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis ; tekanan darah tinggi, kencing manis , stroke , radang sendi dan kolestro tinggi . Disamping itu , ada lima penemuan terbaru yang semestinya Anda ketahui juga :
Obesitas meningkatkan resiko kanker . Pada tahun 2001 , sejumlah penelitian membuktikan bahwa obesitas berkaitan langsung dengan kanker payudara ( wanita menopause ) , kanker usus besar , kangker ginjal , kanker kerongkongan dan kanker rahim . The National Cancer Institute memastikan bahwa orang gemuk lebih beresiko 25 sampai 30 persen lebih tinggi terkena berbagai kanker ganas tersebut .
Obesitas berkaitan langsung dengan serangan jantung .
Telah terjadi peningkatan kasus serangan jantung pada pria berusia 15 sampai 34 tahun , setelah dilakukan observasi ternyata sala satu penyebab utama adalah obseitas . Serangan jantung yang mereka alami begitu berat dan fatal .
Obesitas merampas hari – hari indah
Orang yang gemuk harus menghadapi hidup yang lebih berat dan keras . Kita saksikan mereka lebih mudah lelah , terengah – engah pada saat berjalan , menemui kesulitan ketika harus membungkuk mengambil sesuatu dilantai , bahkan harus berjuang ketika memasang atau melepas sepatu .
Obesitas mempercepat proses pubertas
Sebuah penelitian yang dipublikasi di The Journal Pediatrics menemukan bahwa anak dengan kelebihan berat badan mendapatkan payudaranya berkembang pada usia 8 atau 9 tahun . Itu berarti hormon pubertas mereka aktif terlalu dini .” Dalam banyak penelitian lain juga diketahui bahwa anak yang terlampau cepat mengalami perubahan hormonal pubertas sering kali lebih beresiko pada masalah perilaku dan masalah emosional .
Obesitas adalah pencetus diabetes pada anak
Banyak dokter yakin bahwa diabeteslah penyebab utama dibalik meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada anak – anak . ” Semakin banyak data dikumpulkan , dan semakin nyata telah bahwa telah terjadi peningkatan kasus diabetes 2 pada anak – anak dan remaja .Jika dahulu kasus tersebut jarang ditemui , kita menemukan kasus itu sudah menjadi umum , hampir setiap hari ada saja orang tua yang membawa anaknya ke dokter untuk kemudian mendapatkan kepastian bahwa anaknya ternyata penderita tipe 2 ” kata Dr .Dietz .penderita diabetes tipe 2 ini mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengelola gula darah , atau terjadi salah pengelolaan oleh hormon insulin . Sepuluh tahun mendatang kasus ini akan meledak menjadi epidemi jika kita tidak mengingatkan mereka untuk menjaga agar tubuh tidak terlampau gemuk . Mayoritas anak yang menjadi penderita diabetes tipe 2 adalah anak yang gemuk . Penyakit ini mulai terlihat saat mereka memasuki masa pubertas .
Mereka jarang berolahraga , terlalu banyak makan , dan hidup dalam keluarga yang memiliki pola makan yang tidak teratur dengan baik . Para dokter sepakat untuk selalu menyerukan kalimat yang sama : jika Anda semakin gemuk , hentikanlah proses itu segera .turun berat badan sebelum berbagai penyakit kronis datang bertubi – tubi .
Obesitas berkaitan erat dengan dimensi
Penderita kegemukan sangat beresiko terkena dimensi pada usia paru baya . Dimensi adalah kelumpuhan daya ingat yang merampas hidup seseorang yang mengalaminya . Sebuah penelitian yang dilakukan pada April 2005 dan telah dipublikasikan di british Medical Journal , penderita kegemukan pada usia 40 tahunan berisiko 75 % lebih tinggi untuk terkena dimensi . Dengan begitu banyaknya fakta yang menakutkan yang dapat ditimbulkan oleh kelebihan berat badan , alangkah bijaknya kita kalau mulai saat ini juga melakukan olahraga yang rutin , mengatur pola makan , dan terus berupaya mengurangi berat badan .