KARYAcelebes.com//MAKASSAR,Kamis 02/06/2026 – Kabar baik datang bagi ribuan calon peserta didik yang belum berhasil lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri di Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar memastikan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tidak berhenti hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H., menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar menjalin kerja sama dengan 55 SMP swasta agar siswa yang belum tertampung di sekolah negeri tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa dibebani biaya sekolah.
“Setiap anak berhak mendapat kesempatan untuk terus belajar. Tidak lolos SPMB di sekolah negeri bukan berarti harus berhenti mengejar pendidikan. Kami ingin memastikan tidak ada anak Makassar yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan daya tampung,” ujar Munafri.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Makassar untuk mencegah anak putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata. Melalui kebijakan ini, biaya sekolah bagi siswa yang memenuhi ketentuan akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Makassar.
Sebanyak 55 SMP swasta yang tergabung dalam program ini tersebar di berbagai kecamatan, yaitu: Kecamatan Biringkanaya: SMP Buq Atun Mubarakah, SMP Muhammadiyah 9, SMP IT Insan Cendekia. Kecamatan Bontoala: SMP Sawerigading, SMP Ma’rif Makassar, SMP Anak Indonesia, SMP IRNAS, SMP Kristen Kalam Kudus, SMP Islam Mesjid Raya. Kecamatan Makassar: SMP Tridharma Makassar, SMP Ittihad, SMP Muhammadiyah 13, SMP Muhammadiyah 14, SMP YP PGRI I Kijang, SMP Kristen Kondo Sapata, SMP Islam Al-Izhar Cendekia.
Selanjutnya, Kecamatan Mamajang: SMP YP PGRI 4 Makassar, SMP YP PGRI Disamakan, SMP LPP UMI, SMP YP PGRI 3, SMP Makassar Raya. Kecamatan Manggala: SMP Kartika, SMP Nurul Muttahid, SMP Amanah Nusantara, SMP Reformasi, SMP Citra Mulia, SMP Sanur, SMP Harapan Bhakti. Kecamatan Mariso: SMP Bajiminasa, SMP Muhammadiyah 5.
Di Kecamatan Panakkukang terdapat SMP Tutwuri, SMP Dharma, dan SMP Maha Putra Tello. Kecamatan Rappocini memiliki SMP Saribuana Makassar dan SMP Muhammadiyah 12.
Sementara Kecamatan Tallo meliputi SMP Tujuhlima, SMP Datuk Ribandang, SMP Islam Cokroaminoto, SMP Syekh Muhsamman, SMP Muhammadiyah 10, dan SMP Cokroaminoto.
Adapun di Kecamatan Tamalanrea tersedia SMPS Prasetya, SMPIT Darurrahman, SMP Laniang, dan SMP IT Multazam 45. Kecamatan Tamalate memiliki SMP Tamalatea Disamakan, SMP Yavend Bongaya, SMP Bahri Wahid, dan SMPIT Khalifah Islamic School. Di Kecamatan Ujung Pandang terdapat SMP Ki Hajar Dewantara, SMP Pundarika, dan SMP Protestan. Kecamatan Ujung Tanah terdiri atas SMP Muhammadiyah 2 dan SMP DDI Al-Irsyad, sedangkan Kecamatan Wajo terdapat SMP Trisakti.
Kebijakan ini disambut positif oleh berbagai elemen masyarakat.Frans Kato Ketua LSM LIMAS Sulsel (Lumbung Informasi Masyarakat) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Wali Kota Makassar yang dinilai berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya keluarga yang mengalami kesulitan memperoleh bangku di sekolah negeri.
Menurutnya, program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga hak pendidikan setiap anak. Namun, ia juga berharap kebijakan tersebut dibarengi dengan evaluasi menyeluruh terhadap proses penerimaan peserta didik di sekolah negeri agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Lebih lanjut, Ketua LSM LIMAS Sulsel,Frans kato menyampaikan dugaan adanya oknum yang diduga memiliki kepentingan tertentu dalam proses penerimaan peserta didik di sejumlah sekolah negeri.
Ia meminta pemerintah melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara menyeluruh di sejumlah sekolah negeri dan apabila ditemukan indikasi pelanggaran(Jual Beli Bangku Sekolah ) Maka segera di tindak tegas, sehingga pendidikan tidak dijadikan sebagai kepentingan pribadi ataupun kelompok.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dari sejumlah narasumber di lapangan dan memerlukan pembuktian melalui mekanisme yang berlaku.
Program kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan 55 SMP swasta diharapkan menjadi solusi nyata agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar. Di sisi lain, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB tetap menjadi harapan masyarakat demi mewujudkan sistem pendidikan yang adil, bersih, dan dapat dipercaya.
KARYAcelebes.com akan terus memantau perkembangan pelaksanaan program ini serta membuka ruang bagi seluruh pihak, termasuk Dinas Pendidikan, sekolah, maupun masyarakat, untuk memberikan klarifikasi dan informasi sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang dan menjunjung tinggi prinsip jurnalisme yang edukatif, tajam, dan terpercaya.