KARYA CELEBES

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah

Sedetik Membaca Setitik Harapan Selamat Hari Buku Nasional

Berita Terkait

KARYAcelebes.com// MAKASSAR, Jum’at 15/05/2026 – Ini slogan literasi .Artinya padat banget sekaligus memberi mutivasi kepada generasi muda bahwa membaca itu penting karena dibalik itu banyak manfaat yang akan didapat dari membaca .

Sebelum membahas tentang hari buku nasional 17 Mei , saya mengajak kepada pembaca untuk bongkar arti dari slogan yang tertulis pada judul , Sedetik Membaca Setitik Harapan agar pembaca tahu pesan yang akan disampaikan

1.Sedetik membaca = Cuma butuh waktu sebentar buat buka buku , baca 1 halaman , 1 paragraf , bahkan 1 kalimat .

2 Setitik harapan = Dari waktu sesingkat itu , muncul harapan kecil . Harapan buat masa depan , buat keluar dari masalah , buat jadi lebih pinter.

Maksud keseluruhannya : Tidak perlu tunggu punya waktu 1 – 3 jam buat baca .Cukup sedetik saja kamu mau baca , detik itu juga ada harapan baru yang kebuka . Ilmu itu masuknya setitik – setitik , tapi lama – lama jadi lautan .

Kenapa slogan ini nampol ?

1. Ngilangin alasan ” tidak ada waktu ” – Sedetik mah semua orang punya. Nunggu angkot , nunggu nasi matang , sebelum tidur.
2. Ngasih tau kekuatan buku – 1 kalimat di buku bisa mengubah cara mikir . 1 paragraf bisa buat kamu nemui solusi . 1ceritra bisa bikin kamu tidak merasa sendirian .
3. Buat yang hidup susah – Anak di pelosok , buruh capek , guru honor yang gajinya kecil. Buku jadi ” pelarian ” paling murah . Sedetik baca = sedetik lupa sama susah , sedetik ada harapan ” aku bisa kayak tokoh ini “.
Contoh gampangannya :
Anak buruh tani baca biografi Habibie. Sedetik baca kalimat ” Kalau mau terbang tinggi , belajarlah sungguh – sungguh “. Setitik harapan muncul : ” Aku juga bisa jadi insnyiur ,”.

Hari Buku Nasional
Awal mulanya karena merasa keprihatinan maka tahun 2002 , Menteri Pendidikan era itu , Abdul Malik Fadjar sangat prihatin sekali . Data UNESCO , minat baca orang Indonesia cuma 0,001 . Artinya dari 1000 orang , cuma 1 orang yang rajin baca .

Toko buku sepi, perpustakaan kosong , anak lebih suka nonton TV daripada pegang buku . Padahal Jepang , negara maju , warganya baca rata – rata 10 – 15 buku .

Di pilihnya tanggal 17 Mei sebagai hari buku nasional dikarenakan hari berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 17 Mei 1980. Jadi nyambung : pusatnya buku Indonesia lahir , ya !! Sekalian kita rayakan bukunya juga .

Akhirnya lewat Keputusan Mendiknas No.0167 / U / 2022 , ditetapkan : 17 Mei Hari Buku Nasional . Pertama kali dirayakan tahun 2002 .

Tujuan-nya yakni ada 3 target utama waktu itu :
1. Meningkatkan minat baca – Biar anak sampai orang tua suka baca lagi
2. Menumbuhkan idustri perbukuan – Penerbit , penulis , toko buku lokal biar hidup
3. Bikin budaya literasi – Bukan cuma bisa baca , tapi paham , kritis , dan nulis
4. Beda sama Hari Buku Sedunia 23 April versi UNESCO itu buat mengenangkan wafatnya Shakespeare dan Cervantes . Kalau Hari Buku Nasional 17 Mei khusus Indonesia , ngurusin Pekerjaan Rumah kita sendiri : minat baca rendah + akses buku susa di daerah. Data Perpusnas 2024 rata – rata orang Indonesia cuma baca 4 – 5 buku per tahun .

Bagikan:

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah