Jakarta, Minggu 03/05/2026// KARYAcelebes.com :
Nusantara Youth Institute menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan potongan tarif aplikator ojek online (ojol) ditekan hingga di bawah 10 persen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperbaiki ekosistem ekonomi digital yang lebih adil bagi para pengemudi.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa potongan aplikator tidak boleh lagi membebani para driver yang menjadi tulang punggung layanan transportasi online.
“Kalian minta 10% ya? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%. Harus di bawah 10%,” tegas Prabowo di hadapan massa buruh.
Presiden juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Regulasi tersebut mencakup jaminan BPJS Kesehatan, perlindungan kecelakaan kerja, serta pembagian pendapatan minimal 92 persen untuk pengemudi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Nusantara Youth Institute, Lingga Pangayumi Nasution, menilai kebijakan ini sebagai langkah progresif yang menunjukkan keberpihakan negara terhadap pekerja sektor informal berbasis digital.
“Ini bukan sekadar kebijakan teknis, tetapi bentuk koreksi terhadap ketimpangan dalam ekonomi platform. Selama ini, beban terbesar justru ditanggung oleh driver, sementara potongan aplikator cukup tinggi. Dengan kebijakan di bawah 10 persen, negara hadir untuk memastikan distribusi pendapatan yang lebih adil,” ujar Lingga.
Ia juga menyoroti bahwa potongan hingga 20 persen yang selama ini berlaku sangat memberatkan, terutama pada layanan berbiaya rendah seperti fitur hemat. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pendapatan bersih pengemudi semakin tergerus di tengah meningkatnya biaya operasional.
Lebih lanjut, Lingga menegaskan pentingnya pengawasan dalam implementasi kebijakan tersebut agar tidak berhenti pada level regulasi semata.
“Yang paling penting adalah implementasi dan pengawasan. Jangan sampai kebijakan ini hanya berhenti di atas kertas. Pemerintah harus memastikan bahwa skema pembagian 92 persen benar-benar diterima oleh driver di lapangan,” tambahnya.
Di sisi lain, para pengemudi ojol menyambut baik rencana tersebut, meskipun tetap menyimpan harapan agar kebijakan ini benar-benar terealisasi. Mereka menilai pemangkasan potongan akan sangat membantu meningkatkan pendapatan yang dibawa pulang.
Sementara itu, perusahaan aplikator seperti GoTo melalui Gojek serta Grab Indonesia menyatakan akan mematuhi kebijakan pemerintah. Kedua perusahaan juga menyampaikan komitmennya untuk melakukan kajian lebih lanjut serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
Nusantara Youth Institute menilai bahwa kebijakan ini menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pekerja. Ke depan, lembaga ini juga mendorong adanya regulasi lanjutan yang mengatur perlindungan sosial dan kepastian kerja bagi para mitra pengemudi di Indonesia.