MAKASSAR, Kamis 20/08/2026//KARYAcelebes.com – Dalam upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, produktif, dan ramah lingkungan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menggelar edukasi bertajuk “Smart Urban Farming: Transformasi Lorong melalui Smart Aquaponic Solar Cell dan Pengelolaan Sampah Mandiri”. Kegiatan ini sukses dilaksanakan di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Kamis (20/8/2026).
Program yang didanai melalui Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026 ini dihadiri oleh 25 beberapa RT dan warga setempat. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan solusi inovatif dalam memanfaatkan lahan terbatas di area lorong untuk budidaya tanaman dan ikan.
Menariknya, sistem ini terintegrasi dengan panel surya (solar cell) sebagai sumber energi terbarukan, serta dilengkapi dengan edukasi tata kelola sampah yang baik.
Sebagai bentuk nyata dari pengabdian ini, tim pelaksana menghibahkan sejumlah produk teknologi tepat guna kepada masyarakat, di antaranya instalasi Smart Aquaponic, Tempat Sampah Terpilah, dan Drum Komposter yang akan dimanfaatkan langsung untuk mendukung kegiatan Smart Urban Farming warga.
Tim pengabdi ini diketuai oleh Dr. Ir. Muhammad Riska, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Riski Praja Putra, S.TP., M.Si., dan Akhyar Muchtar, S.Pd., M.T. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan peran aktif lima mahasiswa, yakni Muh. Luthfi Azmi Haikal, Muhammad Adil Syah, Nurul Wajada, Adrianus Roe (dari JTE), serta Nurul Adha Alifia (JTIK).
Acara ini mendapat dukungan penuh dari pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Meinsani Kecca, S.Sos., Lurah Buntusu Nasrul, S.Sos., dan Ketua RW 11 Suardi, M.Si., dan Ketua KMPL 251 H. Reza Nawawi, S.Pd.
Dalam sambutannya, Lurah Buntusu, Nasrul, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihadirkan oleh tim PKM.
“Kami sangat mendukung kegiatan pengabdian ini, apalagi konsepnya sangat sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar.
Kami berharap inovasi ini tidak hanya diterapkan di satu RW saja, tetapi bisa meluas ke RW lain. Diharapkan juga masyarakat dapat mendiseminasikan teknologi yang sudah diberikan oleh tim pengabdi ini,” ujar Nasrul.
Antusiasme juga terlihat dari para warga yang hadir. Mereka berharap ilmu dan fasilitas yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Selain mampu mengatasi permasalahan tata kelola lingkungan dan sampah di sekitar lorong, inovasi ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.
Menutup kegiatan, Ketua Tim Pengabdi, Dr. Ir. Muhammad Riska, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara dan kolaborasi semua pihak.
“Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Lurah, seluruh tokoh masyarakat, para Ketua RW dan RT, serta mitra pengabdian kami, yakni Kelompok Pemuda KMPL 251 selaku komunitas pemerhati lingkungan. Sinergi ini adalah kunci keberhasilan transformasi lorong yang berkelanjutan,” pungkasnya.