KARYA CELEBES

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah

Isu Dibakar Rumah Warga Di Jalan Kandea Dibantah Keras Oleh Polisi

Berita Terkait

MAKASSAR, Senin 10/08/2026//KARYAcelebes.com :

Kepulan asap api yang membumbung tinggi di jalan Kandea Lorong 3 Kelurahan Baraya kota Makassar , Senin 10 / 8 / 2026 menjadi pemicu kepanikan warga ketika si jago merah melalap rumah warga , malam sekitar pukul 20.25 WITA.

Kebakaran yang terjadi pada jam salat Isya itu sunggu menyedihkan karena menghanguskan puluhan rumah semi permanen. Data sementara dari pihak kepolisian menyebut sekitar 37 rumah terdampak, dengan jumlah sekitar 60 kepala keluarga (KK) atau 245 jiwa.
Sedangkan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada . Namun, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Di tengah kepanikan warga Kandea tersebut muncul “informasi yang menyebut kebakaran diduga sengaja dilakukan oleh seseorang” . Mendengar hal tersebut kepolisian membanta lalu menegaskan bahwa informasi tersebut tidak dapat dibenarkan. Keterangan
Kapolsek Bontoala Kompol Dr. Andi Aris Abu Bakar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa anggota kepolisian sudah berada di sekitar lokasi itu sebelum kebakaran terjadi.
Menurut keterangan awal yang disampaikan kepolisian, sebelum api muncul terjadi persoalan antara orang tua dan anak yang kemudian dimediasi oleh Ketua RW. Saat proses tersebut berlangsung, aliran listrik sempat turun.
Ketika pembatas listrik dinaikkan kembali, muncul asap yang diduga berasal dari korsleting listrik. Api kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Kalau isu-isu yang berkembang di luar bahwa rumah itu dibakar, itu tidak benar sama sekali . Pada saat kejadian anggota kami ada di lokasi bersama Ketua RW,” jelas Kapolsek Bontoala.

Meski demikian, kepolisian menyatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap pendalaman. Polisi juga menyebut ada seorang laki-laki yang diamankan karena diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Status dan keterlibatannya masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Akibat kebakaran tersebut
60 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal .
Data sementara mencatat sekitar 60 KK yang berada di dua wilayah RT terdampak.
Sejumlah korban menyampaikan bahwa kerugian yang mereka alami cukup besar.
Salah satunya Marawia, warga berusia 63 tahun yang disebut hidup seorang diri. Ia menjadi salah satu korban yang mengalami kerugian akibat kebakaran tersebut.
Korban lainnya, Muh. Yudis, diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp200 juta. Ia diketahui telah tinggal selama kurang lebih lima tahun bersama keluarganya.
Kondisi para korban kini menjadi perhatian serius terutama terkait kebutuhan tempat tinggal sementara, makanan, pakaian, serta bantuan untuk memulihkan kehidupan mereka setelah kehilangan harta benda.
Bukan Sekadar Api, Ada Persoalan Kemanusiaan
Kebakaran di kawasan padat penduduk seperti Kandea kembali menunjukkan besarnya risiko kebakaran di permukiman dengan bangunan semi permanen dan jarak antarrumah yang relatif berdekatan.

Informasi yang diperoleh menyatakan bahwa belum terverifika persoalan kebakaran tersebut maka jangan memperkeruh keadaan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum hasil penyelidikan resmi kepolisian diumumkan.

Di sisi lain, kepedulian terhadap korban menjadi perhatian serius karena dinilai penting karena mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam waktu yang singkat.

Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran dan mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.
Apakah kebakaran ini murni akibat korsleting listrik atau terdapat faktor lain? Jawabannya masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Karya Celebes.com,  akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan keterangan serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

# Redaksi KARYAcelebes.com

Liputan: M. Yasin Kiki
KLTV INDONESIA

Bagikan:

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah