KARYA CELEBES

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah

Calon Doktor Muda Indonesia Timur Dari Universitas Hasanuddin Makassar

Berita Terkait

KARYAcelebes.com// Makassar, Rabu 16/04/2026 :

Sebut nama Muh.Akbar Ardiputra , S.Si tentu tidak asing lagi buat rekan – rekan-nya . Pasalnya pria kelahiran Polewali Mandar , 11 Perbuari 2002 ini sejak masih ,duduk dibangku sekolah , dia dikenal anak yang cerdas .

Menurut dia , bahwa saat ini lagi mengikuti perkulian percepatan Doktor di Universitas Hasanuddin Makassar , jurusan S2 Biomedik , S3 Kedokteran konsentrasi Molekuler penyakit infeksi ,” demikian disampaikan oleh Muh .Akbar Ardiputra , S.Si di kediaman-nya , Rabu 15 April 2026 .

Menjawab pertanyaan , menurut pria yang rama ini bahwa program Doktor tersebut merupakan hasil seleksi beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk sarjana unggul .

Lebih lanjut ia menyampaikan beasisiswa ini bertujuan untuk mencetak doktor muda Indonesia , sebelum umur 26 tahun , dengan harapan dapat meneruskan sepak terjangnya sebagai Dosen di perguruan tinggi , peneliti dilembaga penelitian atau di industri , penerima beasiswa atau Karyasiswa diharapkan mendorong status perguruan tinggi Indonesia sebagai World Class University ( WCU ) sekaligus reasearch University .

Menurut dia , peserta yang mengikut seleksi beasiswa percepatan Doktor yakni sebanyak 2119 Sarjana Unggul , dari sekian banyaknya peserta tersebut yang lulus seleksi yakni hanya 163 orang yang akan dibimbing oleh 148 promotor terbaik indonesia .
Lebih lanjut lagi , beasiswa ini dirancang agar karya siswa bisa melaksanakan riset di mitra – mitra luar negeri , selama satu semester .

Ada pun , dia sendiri berencana untuk melanjutkan risetnya nanti di University Of Leicester United Kingdom ( UK ) yang merupakan mitra perguruan tinggi luar negri yang dijalin saat ini oleh promotor-nya .

Ketika ditanya alasan apa sampai memilih topik Molekuler Penyakit Infeksi , menurut pria yang berusia 24 tahun ini bahwa pendekatan Molekuler memungkinkan kita memahami penyakit infeksi hingga tingkat paling fundamental . Tanpa pendekatan Molekuler , kita hanya melihat” fenomena”, bukan “mekanisme” .

Selain itu , topik Molekuler sangat berpotensi di translasikan ke teknologi dan prodak sehingga riset tidak berhenti dipublikasi tapi bisa dikembangkan menjadi kit diagnostik , platfom deteksi point of care atau sistem monitoring resistensi, begit tutupnya .

 

Bagikan:

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah