KARYA CELEBES

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah

WASPADAI Infeksi Saluran Kemih Saat Mudik

Berita Terkait

KARYAcelebes.com// Makassar, Senin 16/03/2026 – Jangan menahan pipis , terutama bagi kaum perempuan , saat perjalanan mudik .Kebiasaan itu bisa memicu terjadinya infeksi saluran kemih. ” Peringatan itu disampaikan Badar T.Johan , dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Internasional Bintaro , saat menjadi pembicara dalam diskusi “Ramadan Sehat ” di hotel Le Meridien , Jakarta . Ia merasa perlu menyampaikan hal itu karena berkaitan dengan tradisi mudik Lebaran yang kian dekat . Dalam perjalanan seperti ini , kaum Hawa kerap menahan pipis dengan berbagai alasan , termasuk susahnya mencari toilet umum . Kalau laki – laki , masih gampang . Bila kebelet pipis bisa di balik tembok atau di balik pohon ,” ujar Badar .

Ia menambahkan , 90 persen pasien infeksi saluran kemih yang datang kepadanya adalah perempuan yang terdekteksi menahan kencing dalam waktu lama . Menurut Badar , pipis akan membersihkan kandung kencing dari bakteri – bakteri yang berkembang di air kencing . Alhasil , bila upaya pembersihan itu ditunda – tunda , sama artinya dengan memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Celakanya tanpa disadari , bakteri – bakteri itu berpotensi naik ke saluran kemih sehingga memicu terjadinya infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih disebabkan oleh mikroorganisme patogenik , umumnya adalah bakteri atau kuman parasit. Selain muncul karena kebiasaan menahan pipis , Badar mengingatkan bakteri jahat penyebab penyakit ini bisa ditemukan di toilet – toilet umum yang tak terjaga kebersihan- nya , terutama pada air untuk membilas . Paparan bakteri terjadi saat pembilasan sehabis buang air kecil .
kemihnya pendek , lurus , dan lebar ,ujar Badar . Adapun , pada laki – laki , infeksi saluran kemih jarang terjadinya karena saluran kemihnya panjang , berkelok – kelok , dan sempit . Dengan anatomi saluran kemih perempuan yang seperti itu , bakteri mudah sekali naik ke saluran kemih saat proses pembilas atau membasu setelah pipis . Apalagi jika membasuh salah , yakni dari belakang ke depan , bakter dari anus akan masuk ke vagina dan naik ke urtera .

Karena itu , bila saat mudik tidak tersedia toilet umum dengan air basuhan yang bersih , tak ada salahnya mengguna menggunakan tisu basah yang mengandung antiseptik . Namun , Badar menegaskan , penggunaan tisu basah ini hanya untuk pertolongan pertama dan tidak boleh dijadikan suatu kebiasaan .Sebab , pemakaian tisu basah terlalu sering dapat mematikan kuman – kuman baik di vagina . Bila vagina terlalu bersih , tempat paling pribadi itu justru akan menjadi media tempat tumbuhnya jamur . “Bila bakteri baik mati semua maka tidak ada yang mengontrol pertumbuhan jamur,” katanya.

Infeksi saluran kemih ditanda dengan semua gejala , seperti rasa anyang – anyangan ( seperti ingin pipis , tapi tidak bisa ) , perih , panas , buang air kecil yang tidak tuntas , dan buang air kecil berdarah . Dalam kondisi lebih parah bakteri yang ada dalam saluran kemih naik ke ginjal dan menyebabkan peradangan ginjal , seseorang biasanya akan mengalami demam dan mengigil ,”ucapnya.

Pengobatan infeksi saluran kemih dilakukan dengan pemberian anti biotik dosis rendah . Namun ada beberapa pasien yang terkadang tidak cocok dengan antibiotik tertentu sehingga perlu ada pantuan perkembangan dan mutasi bakteri . Bila sudah ditemukan , biasanya dokter memberikan antibiotik sesuai dengan dosis yang dapat mengalahkan si bakteri .

Menurut Ahli Mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia , dokter Fera Ibrahim bakteri yang menyerang saluran kemih dapat dibasmi di luar tubuh dengan menggunakan sabun . Bakteri – bakteri patogen yang berkembang dan bermutasi di kulit sehingga masuk ke saluran kemih biasanya berjenis Staphylococcus . Sedangkan yang berkembang biak di air dan tidak sadari keberadaannya saat membasuh adalah Eseherichia Coli .

“Sembilan puluh persen bakteri yang berkembang biak dan mencemar air di toilet umum adalah Escherichia Coli ,” kata Fera pada kesempatan yang sama . Selain menyebabkan infeksi saluran kemih , bakteri patogen yang bersi

Bagikan:

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah