KARYAcelebes.com// Maros, Sabtu 07/03/2026 – Warga Lingkungan Kassurang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, merasa semakin resah dan terganggu aktivitas sehari-hari akibat antrian panjang mobil truk yang berdatangan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Wilayah Kassurang. Antrian kendaraan berat yang membentang hingga puluhan meter telah menutupi sebagian besar jalan akses utama dan gang masuk rumah warga sejak tiga hari terakhir.
Muhlis (45 tahun), salah satu warga yang berjualan makanan ringan dan minuman di depan rumahnya, mengaku dampak yang dirasakan sangat signifikan. Menurutnya, antrian mobil truk mulai muncul sejak pagi hari pukul 06.00 WITA bahkan banyak yang nginap dan seringkali berlangsung hingga malam hari. Jalur masuk keluar rumah yang berada di sisi jalan raya tersebut sepenuhnya terhalang, membuat warga harus berjalan menyilang di antara celah kendaraan untuk bisa masuk ke rumah masing-masing.
“Selain akses rumah yang terhalang, usaha kecil saya yang sudah saya jalankan selama lima tahun ini juga terpukul berat. Lokasi penjualan yang berada di tepi jalan seharusnya mudah dilihat oleh pelanggan, tapi sekarang tertutupi oleh mobil truk yang berantrian. Sejak tiga hari lalu, omzet saya turun hingga lebih dari 50 persen karena hampir tidak ada pelanggan yang bisa mencapai tempat saya berjualan,” jelas Muhlis dengan nada khawatir.
Ia menambahkan, kondisi ini juga mengganggu aktivitas anak-anak yang harus berangkat sekolah dan lansia yang perlu beraktivitas keluar rumah. Beberapa kali terjadi kesulitan bagi kendaraan darurat seperti ambulans untuk melewati jalan yang penuh sesak dengan mobil truk.
“Kita juga khawatir akan terjadinya kecelakaan, terutama pada malam hari karena penerangan jalan tidak terlalu terang dan kendaraan besar tersebut menghalangi pandangan,” ujarnya.
Selain Muhlis, beberapa warga lain seperti Siti Aminah (38 tahun) yang tinggal di gang dalam juga mengaku kesulitan untuk membawa barang ke rumah atau mengantar anaknya ke taman kanak-kanak. Ia harus meminta bantuan sopir truk agar sedikit menggeser kendaraannya agar bisa melewati gang sempit di depan rumahnya.
Warga sekitar telah mencoba menyampaikan keluhan kepada pihak manajemen SPBU terkait, namun kondisi antrian belum kunjung membaik karena permintaan solar yang tinggi dari pengemudi truk yang melakukan aktivitas angkut barang antar daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Muhlis bersama warga lainnya mengajukan permintaan resmi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Maros untuk mengevaluasi sistem pengisian bahan bakar di SPBU tersebut serta mencari solusi agar antrian tidak lagi mengganggu akses warga. Mereka juga mengharapkan Satuan Lalu Lintas Polres Maros bisa melakukan pengawasan dan penertiban secara berkala untuk mengatur aliran kendaraan serta membatasi waktu kedatangan mobil truk agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Kami berharap pihak terkait bisa segera mengambil tindakan nyata, bukan hanya tanggapan verbal saja. Kita butuh solusi yang berkelanjutan agar aktivitas warga bisa kembali normal,” pungkas Muhlis.