KARYA CELEBES

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah

Dosen FT UNM Kembangkan Aplikasi BISINDO Berbasis Augmented Reality demi Perkuat Pendidikan Inklusif

Berita Terkait

MAKASSAR, Rabu 02/09/2026//KARYAcelebes.com — Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menciptakan terobosan baru dalam mendukung ekosistem pendidikan inklusif di Indonesia.

Mereka berhasil mengembangkan aplikasi pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) interaktif berbasis teknologi Augmented Reality (AR).
Inovasi ini digagas oleh dua dosen FT UNM, Muh. Ihsan Zulfikar, S.Pd., M.Pd. dan Ir. Rahmaniar, S.Kom., M.Kom.

Keduanya merancang aplikasi tersebut untuk mempermudah masyarakat luas maupun tenaga pendidik mempelajari bahasa isyarat lewat visualisasi objek tiga dimensi secara real-time bermodalkan kamera ponsel pintar.

Inisiatif riset ini berakar dari kondisi riil di lapangan. Melalui wawancara dan observasi di SLBN 1 Pangkep, tim peneliti menemukan fakta bahwa sekolah tersebut kini kekurangan tenaga pengajar berkemampuan bahasa isyarat lantaran guru terkait telah memasuki masa purnabakti.

“Semoga aplikasi ini dapat menjadi jembatan yang memudahkan peserta didik tunarungu untuk bisa lebih dipahami dan berkomunikasi dengan baik dengan semua orang,” ujar Zulfikar.

Apresiasi positif juga datang langsung dari pihak sekolah mitra yang menjadi lokasi uji coba.

“Dengan adanya aplikasi ini, kami merasa sangat terbantu karena mayoritas siswa kami adalah tunarungu,” tutur Wakil Kepala Sekolah SLBN 1 Pangkep.

Meski menuai respons positif, tim pengembang tetap menampung sejumlah masukan teknis dari para responden untuk pembaruan fitur ke depan. Beberapa catatan evaluasi mencakup:
Peningkatan kontras dan kecerahan visual objek tiga dimensi. Penambahan fitur tutor pengucapan guna menampilkan artikulasi gerakan bibir secara jelas. Standardisasi istilah serta kode penanda (marker card) agar lebih universal.

Ke depan, tim dosen FT UNM berharap aplikasi BISINDO berbasis AR ini tidak hanya digunakan di lingkungan sekolah luar biasa, tetapi juga diakses luas oleh orang tua murid dan masyarakat umum guna meminimalkan hambatan komunikasi dengan penyandang disabilitas rungu.

Bagikan:

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah