KARYA CELEBES

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah

Hujan Deras Guyur Maros, Debit Sungai di Bendung Lekopancing Naik Drastis! Status Siaga Ditetapkan

Berita Terkait

KSRYAcelebes.com// Maros, 14/02/ 2026

Hujan deras yang mengguyur wilayah Maros sejak dini hari berdampak langsung pada peningkatan debit air di Bendung Lekopancing.Berdasarkan laporan resmi petugas bendung pada Sabtu (14/2/2026) pukul 07.00 WITA, kondisi sungai berada pada status Siaga setelah tinggi muka air melampaui batas waspada. Situasi ini memicu kewaspadaan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai.

Data teknis menunjukkan tinggi muka air (H) pada mercu atau limpasan mencapai 110 cm dengan debit (Q) sebesar 265.935 liter per detik. Angka tersebut menempatkan kondisi air pada kategori Siaga, mengacu pada klasifikasi tinggi muka air: 0–50 cm (Normal), 50–100 cm (Waspada), 100–200 cm (Siaga), dan di atas 200 cm (Awas). Sementara itu, tinggi muka air pada intake tercatat 95 cm dengan debit 3.389 liter per detik. Untuk saluran penguras, tidak tercatat adanya aliran pada periode pelaporan.

Secara keseluruhan, debit sungai mencapai 269.324 liter per detik, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi normal. Meski cuaca saat pelaporan terpantau hujan ringan, akumulasi hujan sebelumnya menjadi faktor utama melonjaknya debit air.

Peningkatan ini berpotensi menimbulkan risiko luapan apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa jam ke depan.

Petugas bendung dan instansi terkait terus melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai.

Pemerintah daerah juga meminta warga memantau informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.

Situasi di Bendung Lekopancing menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Dengan status Siaga yang kini berlaku, langkah mitigasi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih besar. Pembaruan data debit dan tinggi muka air akan terus disampaikan sesuai perkembangan di lapangan.

Anggriawan

Bagikan:

Mengungkap Fakta Tanpa Fitnah